Senin, 04 Februari 2008

TalkShow Netsains, 2 Feb 08, Senayan Trade Center

Thanks buat pembidik kamera: Budi Rahardjo, Harry Sufehmi, dan fotografer Biskom yang maaf lupa namanya.
Thanks buat semua teman-teman yang hadir. Para pembicara yang heboh dan hebring tenan!
Thanks buat semua kontributor Netsains baik yang hadir maupun tidak. Berkat kalian semua, Netsains bisa terus eksis hingga detik ini.

Dosen dan ilmuwan beraksi di tengah pusat pertokoan? Tak tanggung-tanggung, mereka bertestimoni mengenai indahnya menulis sains popular di dunia maya. Itulah yang terjadi di ajang Talkshow "Internet sebagai Media Popularisasi Sains" yang digelar Netsains.Com pada sabtu, 2 Februari 2008, di tengah SENIT Expo. Bertempat di satge lower ground Senayan Trade Center (STC), acara dibuka oleh Idwan Suhardi, Deputi Pemberdayaan dan Pemasyarakatan Iptek Kementrian Riset dan Teknologi.
Oplah Tertinggi
"Internet adalah media dengan oplah tertinggi di dunia. Di Indonesia saja diklik oleh 18 juta orang setiap hari. Jadi mengalahkan Kompas dan media cetak lainnya," ungkap Romi Satria Wahono, pendiri Ilmukomputer.Com yang juga kontibutor Netsains.Com.















Lelaki yang juga peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang mengenyam pendidikan 10 tahun di Negeri Sakura ini bertutur tentag suka duka berbagi ilmu di Internet sejak 2003 silam. Romi mengaku menulis blog sudah menjadi kebutuhan tersendiri yang kadang bisa mengalahkan pekerjaan sekalipun. "Saya bisa menolak panggilan hanya karena memang sedang ingin menulis saja di rumah." Ujarnya.


Merry Magdalena, dalam kapasitasnya sebagai founder Netsains, maju sebagai moderator talkshow. Sebelum pembicara yang lain dipanggil maju. Merry memberikan presentasi singkat mengenai komunitas Netsains. Presentasi tersebut diharapkan bisa memberikan penjelasan kepada audiens mengenai Netsains. Presentasi disampaikan dengan jelas, lancar, dan informatif.
Tak Takut Dibajak


Tak kalah menarik aksi Budi Rahardjo. Dosen Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku menulis di Internet jauh lebih banyak manfaatnya kendati tidak ada honorarium sama sekali. Walau karya tulis ilmiahnya sempat dibajak menjadi skripsi orang lain, ia tidak pernah kapok untuk terus berbagi ilmu di Internet. "Orang akan tahu karya siapa itu sesungguhnya. Jadi tak perlu ada kekawatiran tulisan kita dicuri orang lain," ujar lelaki berkumis yang hobi nongkrong di kafe ini.


Terkenal dengan blognya http://rahard.wordpress.com, Budi yang akrab disapa "BR" ini berkisah bahwa memang sebaiknya sains dan teknologi dipopulerkan dengan cara yang menyenangkan dan menarik sejak usia dini. Internet sebagai salah satu media yang paling efektif bisa dijadikan sarana untuk itu selain buku atau acara televisi. Mengaku mendapat inspirasi dari gaya presentasinya Bill Gates dan Steven Jobs, beliau membawakan presentasi sebagai layaknya seorang entertainer ulung. Materi yang beliau bawakan adalah mengenai 'internet dan anak-anak'. Di situ Pak Budi menekankan pentingnya mempopularisasikan sains pada anak-anak, karena mereka adalah generasi penerus. Dalam presentasinya, sempat dijabarkan betapa suramnya dunia tanpa keberadaan engineer, dan dimana engineering menjadi pemberi pencerahan pada kemanusiaan.


Fiksi Ilmiah


Ilmuwan yang berkutat di laboratorium pun bukan berarti tak bisa juga berlaga di Internet. Ini dbuktikan dengan Arli Aditya Parikesit, ilmuwan dan dosen bioinformatikan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) yang rajin menulis di Internet. Arli yang tertarik dengan bioteknologi dan filsafat ini banyak mengangkat tema sains yang dikaitkan dengan fiksi ilmiah. "Karya fiksi ilmiah seperti ciptaan Jules Verne yang dulu hanya imajinasi, kini pelan-pelan menjadi kenyataan berkat kemajuan sains dan teknologi," papar Arli. Walau menulis di Internet memangsangat menyengangkan, baik Arli, Budi maupun Romi tetap setia menulis di jurnal ilmiah.


Sementara Muhammad Fahmi Aulia mewakili blogger berbagi pengalaman ikwal indahnya menulis blog. "Diawali dengan narsis, catatan harian, kelamaan saya juga menulis artikel yang agak teknis. Akhirnya saya juga tertarik mengirimkannya ke Netsains," ungkap Fahmi yang alumni Teknik Fisika ITB ini.***














Selasa, 18 Desember 2007

Kenapa Arif Kecoak Melambai-lambai terus?

















Ini sisa-sisa stok foto jepretan Agus DD dari Jurnal Nasional...maaf adegan yang tidak senonoh terpaksa tidak ditampilkan di sini.

Jawaban dari pertanyaan di judul di atas adalah:
Sebab Arif sedang menghayal jadi calo mudik di stasiun Pulogadung. Dan dia kayaknya sukses mendapat penumpangnya, Salma.

Senin, 17 Desember 2007

Perjalanan Pulang? Tetap Narsis!


Wah kalau pic yang ini hasil jepretan siapa ya? Nemunya di FS-nya Chandra. Tapi yang jelas perjalanan pulang yang melelahkan tetap menyisakan narsis yang tak jua sirna.

Journeys to Boscha











Kali ini adalah foto-foto hasil jepretan kamera Ilma Praditina. Lumayan komplit, mulai dari saat tunggu menunggu rombongan yang belum datang di "emperan" kantor Ristek.
Lantas sampai di Boscha bertemu dengan Pak KK dan si ganteng Malay Sheikh Muzsaphar. Lantas diakhiri dengan foto-foto narsis tiada tara dan akhirnya...MAKAN-MAKAN! Sori, upload pics-nya terbalik, jadi silakan dilihat dari bawah ke atas urutannya...hahaha. Lagi mabok nih. Ayo siapa lagi yang punya stok foto di kameranya, silakan setor ke email saya yaaaa.

Minggu, 16 Desember 2007

Netsains @Boscha with Malaysian Astronaut and The Minister...hahaha






Makasih ya Emmanuel Sunggieng atas bidikan fotonya selama ke Boscha, Sasbtu 15 Des kemarin. Kita copy darat bersama astronot Malaysia, Sheikh Muszaphar dan pak KK yang keren abis....asiik deh. Nyesel yang ngga ikyut!

Rabu, 05 Desember 2007

Gathering Pertama Netsains.Com

















































5 Desember adalah yang tak terlupakan, sebab momen perdana para Netsainers berkumpul...komplit dengan Pak KK dan kang Onno yang mendadak jadi fotografer amatiran...hehehe!

Foto2 ini dijepret oleh Arief Burhanuddin dari Tabloid Pulsa. Jepretan Kang Onno yang lebih heboh masih ditunggu...